Home » » Latar Belakang pembuatan Monumen Lanud Tanjung Pinang

Latar Belakang pembuatan Monumen Lanud Tanjung Pinang

Written By david on Kamis, 11 April 2013 | 00.58.00

Lanud Tanjung Pinang merupakan Home Base kekuatan udara yang terdiri dari pesawat-pesawat TNI AU dan Wing Garuda. Peranan TNI AU dalam operasi tersebut sejak hari “H" bertepatan tanggal 12 Maret 1958 yang ditetapkan bagi pelaksanaan Operasi Tegas dalam rangka penumpasan pemberontakan PRRI didaerah Sumatra sampai selesai, Tni Angkatan Udara melibatkan berbagai jenis pesawat yang berpangkalan di pangkalan udara Tanjung Pinang sebanyak 40 Buah pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 pesawat P-51 Mustang dan 4 pesawat B-25 Bomber Mitchell. Berbagai peran yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara dalam operasi tersebut sebagai berikut:


1. Melaksanakan operasi pengintaian udara yang mempergunakan pesawat Harvard maupun pesawat Catalina.

2. Pada tanggal 10 Februari 1958 menyebarkan Famflet diatas kota padang.

Dan dua B-25 Mitchell di Padang.Melakukan pengejaran terhadap pasukan Nainggolan yang melarikan ke daerah Tapanuli dengan menggunakan pesawat P-51 Mustang dan B-25 Mitchell. Pelaksanaan operasi gabungan APRI dalam rangka penumpasan PRRI merupakan sikap tegas pemerintah Rl terhadap usaha golongan yang tidak puas terhadap kebijaksanaan pemerintah pusat pada waktu itu. Sikap pemerintah ini diarnbil setelah pendekatan yang dilakukan tidak berhasil. Operasi ini merupakan gabungan yang pertama, bagi AURI merupakan operasi yang cukup besar dengan hasil yang gemilang, walaupun kondisi personel dan materiil pada waktu itu sangat memprihatinkan. Keterbatasan jumlah personel khususnya awak pesawat bila dibandingkan dengan banyaknya operasi-operasi yang dilaksanakan, ditambah lagi kondisi pesawat terbang yang sudah tua dengan jumlah yang sangat terbatas dan kesulitan-kesulitan dalam memperoleh suku cadang, itulah kondisi AURI saat itu. Unsur kekuatan udara operasional AU saat itu tergabung dalam Komando Gabungan Komposisi (KGK) yang terdiri dari Skadron I B-25 Mitchell, Skadron II C-47 Dakota, Skadron III P-51 Mustang, Skadron IV T-6 Harvard, Skadron V PBY-Catalina dan Skadron DAUM C-47 Dakota. Latar Belakang pembuatan Monumen Lanud Tanjung Pinang. Lanud Tanjung Pinang merupakan Home Base kekuatan udara yang terdiri dari pesawat-pesawat TNI AU dan Wing Garuda. Peranan TNI AU dalam operasi tersebut sejak hari "H" bertepatan tanggal 12 Maret 1958 yang ditetapkan bagi pelaksanaan Operasi Tegas dalam rangka penumpasan pemberontakan PRRI di daerah Sumatra sampai selesai. TNI Angkatan Udara melibatkan berbagai jenis pesawat yang berpangkalan di pangkalan udara Tanjung Pinang sebanyak 40 buah pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 pesawat P-51 Mustang, dan 4 pesawat B-25 Bomber Mitchell. Berbagai peran yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara dalam operasi tersebut sebagai berikut:

  1. Melaksanakan operasi pengintaian udara yang mempergunakan pesawat Harvard maupun pesawat Catalina.
  2. Pada tanggal 10 pebruari 1958 menyebarkan pamphlet diatas kota Padang Sumatera Barat yang diduduki PRRI, dengan dua buah pesawat pembom B-25 Mitchell yang diterbangkan oleh Mayor Udara Soetopo dan Kapten Udara Sri MulyonoHerlambang.
  3. Mengahancurkan pertahanan lawan mengadakan serangan udara Simpang Tiga Pekanbaru oleh pesawat B-25 Mitchell dan pesawat P-51 Mustang.
  4. Melaksanakan penerjunan pasukan PGT dan RPKAD untuk pembebasan Pekanbaru dan Dumai menggunakan pesawat C-47 Dakota dengan kekuatan 300 orang dipimpin oleh Letnan Udara Satu S. Sukani. Selama berlangsungnya penerjunan tersebut pesawat B-25 Mitchell terus rnelakukan perlindungan udara.
  5. Melakukan operasi jembatan udara dalam rangka angkutan logistik antara Lanud Tanjung Pinang Pekanbaru Rengat dengan menggunakan pesawat C-47 Dakota.
  6. Melaksanakan angkutan udara bagi pasukan APRI antara Tanjung Pinang - Jakarta Medan menggunakan pesawat C-27 Dakota.
  7. Menghancurkan obyek vital lawan berupa stasiun RRI di Padang dan Bukit Tinggi.
  8. Melaksanakan operasi perlindungan udara terhadap gerakan pasukan darat yang menyerang kedudukan lawan, menggunakan pesawat P-51 Mustang dan B-25 Mitchell.
  9. Mengawal dan mengamankan gerakan operasi termasuk gerakan pengejaran terhadap pemberontak-pemberontak yang berhasil meloloskan diri keluar kota.
  10. Melaksanakan patroli udara diatas wilayah Kepulauan Riau.

Pembangunan monumen di Lanud Tanung Pinang dimaksud sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kejuangan dan pengabdian jasa dan peran TNI Angkatan Udara dalam menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disamping itu dapat membangkitkan profesionalisme bagi generasi penerus Angkatan Udara, membangkitkan kembali rasa kesatuan dan meningkatkan minat dirgantara di lingkungan masyarakat Kepulauan Riau. Isi atau keterangan Relief di dalam monument tersebut adalah :

  1. Pasukan diberangkatkan dari Jakarta menuju Tanjung Pinang dengan menggunakan kapal Tampomas dari pelabuhan Tanjung Priok.
  2. Kekuatan Udara yang terdiri dari pesawat TNI Angkatan Udara dan Wing Garuda di Lanud Tanjung Pinang terdiri dari pesawat Harvard, Catalina, C-47 Dakota, P-51 Mustang dan Pembom B-25 Mitchell.
  3. Pesawat Catalina dan Harvard digunakan sebagai pesawat Intai dalam rangka pembebasan Pekanbaru dan Dumai.
  4. Pasukan PGT AURI dan RPKAD Angkatan Darat menuju daerah penerjunan di Pekanbaru dengan kekuatan 300 personel dibawah pimpinan Letnan Udara Satu S. Sukani.
  5. Pasukan PGT AURI dan RPKAD Angkatan Darat diterjunkan didaerah musuh sebelumnya telah dibersihkan melalui serangan udara oleh pesawat Pembom B-25 Mitchell.
  6. Pasukan PGT dan RPKAD berhasil melawan anggota PRRI dan merampas persenjataannya.

Isi atau Keterangan Relief di dalam monumen tersebut adalah:
  1. Kekuatan pasukan dalam rangka Operasi PRRI di Sumatera terdiri dari pasukan PGT AURI dan RPKAD Angkatan Darat. Pasukan diberangkatakan dari Jakarta menuju Tanjung Pinang dengan mengenakan Kapal Tampomas dari Pelabuhan Tanjung Priok.
  2. Kekuatan udara yang terdiri dari pesawat TNI Angkatan Udara dan Wing Garuda di Lanud Tanjung Pinang terdiri dari pesawat Harvard, Catalina, C-47 Dakota, P-51 Mustang,dan pembom B-25 Mitchell.
  3. Pesawat Catalina dan Harvard digunakan sebagai pesawat intai yang mempunyai tugas pengintaian di daerah-daerah musuh sebelum penerjunan pasukan dilaksanakan antara lain dalam rangka pembebasan Pekanbaru dan Dumai.
  4. Pasukan PGT AURI dan RPKAD Angkatan Darat dengan langkah yang pasti seorang demi seorang memasuki pesawat C-47 Dakota yang akan diterbangkan menuju daerah penerjunan di Pekanbaru dengan kekuatan 300 personel di bawah pimpinan Letnan Udara Satu S. Sukani.
  5. Pasukan PGT AURI dan RPKAD Angkatan Darat diterjunkan di daerah musuh didaerah tersebut sebelumnya telah dibersihkan melalui serangan udara oleh pesawat pembom B-25 Mitchell.
  6. Pasukan PGT dan RPKAD berhasil melawan anggota PRRI dan merampas persenjataannya dalam melancarkan Operasi Tegas di daerah Pekanbaru.


 


Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

 
Editor: Yahessa Tutorial | Support: Johny Template
Copyright © 2013-2015. PANGKALAN TNI-AU RAJA HAJI FISABILILLAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger