Home » » Hari Bhakti TNI AU Simbol dan Roh Perjuangan Mengawal Ibu Pertiwi

Hari Bhakti TNI AU Simbol dan Roh Perjuangan Mengawal Ibu Pertiwi

Written By david on Selasa, 30 Juli 2013 | 18.48.00




 Upacara Hari Bhakti ke-66 TNI AU, tanggal 29 Juli 2013  diperingati secara sederhana oleh seluruh personel di Lapangan Upacara Lanud Tanjungpinang, Senin (29/7). Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Komandan Lanud Tanjungpinang Letkol Pnb Hendrayansyah S.Sos  dan Komandan Upacara (Dan Up) Kapten Pom Jarot Nyamantoro.

            Peringatan Hari Bhakti TNI AU adalah upaya mengenang  keteladanan, pengorbanan serta simbol dan roh perjuangan TNI AU dalam mengawal Ibu Pertiwi..  Sepanjang sejarah  perjuangan TNI AU ada dua  peristiwa yang  terjadi pada  tanggal 29 Juli 1947 silam. Pertama, pada pagi hari, operasi serangan udara pertama yang dilakukan oleh para kadet penerbang (Sutardjo Sigit, Suharnoko Harbani dan Mulyono) dibantu tiga orang penembak udara (Sutardjo, Kaput dan Dulrachman) sukses dalam memporak-porandakan kamp-kamp Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa. Kedua, pada sore harinya, gugur tiga orang pelopor TNI AU yakni Komodor Udara Agustinus Adicutjipto, Komodor Udara Prof. Dr Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisoemarmo ketika pesawat Dakota VT-CLA yang mereka tumpangi  saat membawa obat-obatan bantuan Palang Merah Malaya untuk Indonesia ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Kitty Hawk Belanda sesaat sebelum mendarat di Landasan Maguwo (Sekarang Lanud Adisutjipto).

            Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Irup mengungkapkan rasa hormat dan bangga kepada para pelopor TNI AU tersebut dan  mengingatkan kepada generasi penerus TNI AU agar nilai-nilai luhur yang ditanamkan berupa kejuangan, disiplin, keberanian, profesionalisme, keteladanan dan semangat pengorbanan dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

            Kasau menekankan, bahwa tantangan tugas TNI AU kedepan akan semakin kompleks sementara keterbatasa diberbagai bidang harus dihadapi. Kondisi ini mengharuskan  untuk berfikir kreatif, rasional dan singergis, dalam mencari solusi terbaik,  dengan mengedepankan akuntabilitas, keterbukaan, transparansi dan taat hukum. Diantranya kedepan TNI AU dituntut mampu menyiapkan alustista secara maksimal agar pesawat siap terbang, sehingga baik awak pesawat dan pendukung serta seluruh personel TNI AU dituntut bekerja lebih keras, tekun, serius dan cermat. Kesiapan operasi tidak lepas dari Keselamatan Terbang dan Keraja, sehingga secara periodik harus diingatkan dan dilatihkan, tidak terbuai pada kemapanan, rasa nyaman, serta tetap waspada dan harus diantisipasi.

            Sebelum mengakhiri sambutannya Kasau menyampaikan bahwa dalam upaya mendukung demokrasi, keterbukaan informasi dan kebebasan pers diharapkan tidak  berbenturan dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Ada hal-hal yang harus dijaga dan diperlakukan sebagai informasi terbatas.  Sementara dalam kehidupan bermasyarakat personel TNI AU harus taat kepada peraturan dan hukum, waspadai penggunaan dan peredaran narkoba, penyakit HIV serta perkembangan penyakit sosial lainnya.  .  

            Dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke- 66 TNI AU, Lanud Tanjungpinang telah menggelar beberapa kegiatan diantaranya, bakti sosial kesehatan (donor darah dan pengobatan gratis), baksos kebersihan di TMP Pusara Bakti Tanjungpinang dan anjangsana kepanti asuhan.

Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

 
Editor: Yahessa Tutorial | Support: Johny Template
Copyright © 2013-2015. PANGKALAN TNI-AU RAJA HAJI FISABILILLAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger